"JIKA SESEORANG MENINGGAL DUNIA, MAKA TERPUTUSLAH AMALANNYA KECUALI TIGA PERKARA YAITU: SEDEKAH JARIYAH, ILMU YANG DIMANFAATKAN, ATAU DO’A ANAK YANG SHOLEH" (HR. MUSLIM NO. 1631)

Monday, February 18, 2013

Dongeng sebelum tidur "Ketabahan hati seorang budak"

dongeng sebelum tidur

Dari sekian banyak budak di Negeri Arab, ada satu diantaranya seorang budak muslimah yaitu Zunairah. Dia adalah budak dari seorang tokoh kafir Quraisy yang terkenal, yaitu Abu Jahal. Zurairah sangat patuh terhadap ajaran yang dibawa oleh Rasulullah S.A.W. sehingga tak mengherankan karena keimanannya itu, dia sering disaksikan oleh tuannya sedang menjalankan ibadah atau sholat.
Pada suatu hari Zunairah ditanya oleh Abu Jahal.
    “Apakah benar kamu telah menganut agama Islam?” Tanya Abu Jahal.
    “Benar, aku percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Jawab Zunairah dengan tegas.
Mendengar jawaban Zunairah itu, tuanya Abu Jahal pun menjadi sangat marah, sehingga Dia pun melakukan berbagai macam cara untuk mengoyahkan keimanan Zunairah, salah satunya adalah dengan cara menyiksanya dibawah panas terik matahari. Bukan hanya itu saja, Abu Jahal juga mengumpulkan teman-temannya untuk menlecehkan Zunairah.
Setelah puas menyiksa Zunairah Abu Jahal pun kembali menanyainya, namun jawabanya masih tetap bahwa tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Mendengar jawaban budaknya itu kemarah Abu Jahal pun semakin memuncak. Lalu dipukulilah Zunairah dengan kasar dan keji sehingga menyebabkan matanya luka parah dan akhirnya ia menjadi buta. Walaupun Zunairah telah menjadi buta namun Namun keimanannya tidak pernah luntur dan surut.
    “Inilah akibatnya karena kau masuk Islam, makanya matamu menjadi buta, coba kamu tinggalkan Agama Islam, niscaya matamu akan sembuh kembali, seperti sedia kala”. Bujuk Abu Jahal.
    “Sesungguhnya kalian semua adalah pendusta yang tidak bermoral. Selama ini kalian telah salah jalan, kalian telah menyembah sesuatu yang tidak mungkin bisa memberikan manfaat, atau memberi mudharat kepadaku. Apakah kalian tidak berfikir tentang hal itu”. Jawab Zunairah panjang lebar.
Mendengar jawaban itu Abu Jahal pun semakin berang memukuli Zunairah dengan semakin kasar, demikianlah penyiksaan yang diterima Zunairah setiap kali ia membantah tuannya.
Meskipun keadaan Zunairah sudah demikian memprihatinkan, namun ia tetap tegar untuk mempertahankan keimanannya. Dan diapun berkata.
    “Wahai Abu Jahal, sebenarnya Latta dan Uzza yang kau sembah itu buta ia lebih buta dari pada mataku ini. Dan sesungguhnya Allahlah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah tak akan sulit untuk mengembalikan mataku ini, menjadi terang kembali. Dialah yang Maha Besar”.
Mendengar penjelasa Zunairah itu Abu Jahal yang sudah berang semakin berang dan menyiksanya, namun karena penyiksaan itu malahan membuat saraf-saraf penglihatan Zunairah menjadi menyambung kembali dan membuat Zunairah dapat melihat kembali seperti sedia kala.
Abu Jahal yang menyaksikan peristiwa sembuhnya mata Zunairah sembuh menjadi sedia kala pun menjadi heran, namun dasar otak orang yang tidak beriman dia malah berkata.
    “Keajaiban itu pasti Ilmu sihir Muhammad”. Katanya dengan sinis kemudian iapun menyiksanya kembali dengan kasar.
Namun untunglah datang seorang juru penyelamat yaitu Abu Ash Shiddiq. Beliau memerdekaan Zunairah dengan memberikan tebusan kepada Abu Jahal. Dan menyebabkan Zunairah dapat hidup dengan bebas untuk menjalankan Ibadah Kepada Allah dengan tenang.
Demikianlah cerita tentang, dongeng sebelum tidur "ketabahan Hati seorang budak" pada zaman Rasulullah, walaupun demikian beratnya penderitaan yang harus ditanggungnya namun hatinya tetap tegar untuk menjalaninya dan tidak pernah sedikit pun menyurutkan Imannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Semoga kita dapat mengambil intisari dan manfaat dari cerita diatas.

Hanya seorang yang lahir tahun 1996.


EmoticonEmoticon