"JIKA SESEORANG MENINGGAL DUNIA, MAKA TERPUTUSLAH AMALANNYA KECUALI TIGA PERKARA YAITU: SEDEKAH JARIYAH, ILMU YANG DIMANFAATKAN, ATAU DO’A ANAK YANG SHOLEH" (HR. MUSLIM NO. 1631)

Thursday, January 24, 2013

Valentine's Day Sejarah Hari Kasih Sayang



Sejarah atau asal mula valentine's day pada 14 Februari dimana orang-orang merayakan hari kasih sayang dengan berbagai ungkapan cinta, bermula dari Saint Valentine, pendeta terkenal di romawi. Berikut ini adalah sejarah dan kisah pendeta tersebut.

Sejarah Hari Valentine

Jaman kerajaan Romawi adalah awal mula terciptanya hari Valentine. Setiap tanggal 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno, sebagai adat Romawi. Juno adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Sedangkan pada 15 Februari di hari berikutnya, perayaan "Feast of Lupercalia" mulai dirayakan.

Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.

Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.

Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.

Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.

Kisah St. Valentine


Pada abad ketiga, Valentine hidup di Roma sebagai seorang pendeta. Kaisar Cludius yang terkenal kejam saat itu menjadi pemimpin di kerajaan. Kaisar tersebut amat dibenci Valentine dan juga banyak orang. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.

Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Claudius pun melarang adanya pernikahan. Ia berpikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan senang hati bergabung dengan militer. Keputusan itu dianggap sangat tidak manusiawi oleh banyak pasangan muda. St. Valentine pun menolak untuk melaksanakan itu karena beranggapan hal itu suatu keanehan.

Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.

Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.

Di hari saat ia dipenggal, 14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”

Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.

ClubOn, bukankah hari kasih sayang itu tak mesti hanya pada tanggal 14 Februari? baik berupa kado, coklat, bunga atau apapun hanyalah simbol sebagai ungkapan cinta kepada siapapun yang Anda kasihi. Hari kasih sayang yang wajib diperingati adalah setiap hari dalam kehidupan kita, untuk selalu berbuat baik kepada siapapun dengan kasih sayang. Bagaimana menurut Anda pribadi makna kasih sayang itu?

Hanya seorang yang lahir tahun 1996.


EmoticonEmoticon